Nggak trasa dah 3 tahun di SMA. Nggak terasa juga dah 3 tahun tinggalkan bangku SMP. Kemana orang oon dan lugu yang dulu? jadi tambah oon dan dongo.... Nggak tw knapa, jadi pengen ingat masa-masa SMP. Yang paling mengesankan i2 waktu SMP kelas 3, 3C, klas bahasa Inggris.... awalnya nggak senang brada d
Teman-teman kelas 2 smuax tersebar di A, B sama D. Untungnya ada Dhita alias Tole yang mw jadi teman duduk.... Waktu kelas 3 SMP, beda sekali sama SMA sekarang. Dulu ada yang namanya pemantapan, tinggal belajar sampai sore. tapi yang dibikin bukan belajar... malahan main 'ayam-ayaman'. Sarung shalatx anak cowok dipake sembunyi, main kejar-kejaran kayak anak-anak... ada yang sembunyi di bawah meja, ada yang terjepit di bawah meja, ada yang menempel di dinding sambil bilang "iklan...iklan..." tapi nggak kedapatan. betul-betul kayak orang tolol...
Wali kelasku jg lucu. Namanya Bu Bansu. Orangnya baik, tapi tegas soal tugas. Biasax klo nggak ada garis pinggir, tanggal, ato judul tugas, bukunya nggak bakalan diperiksa but overall, dia orang yang baik. Bu Bansu klo masuk suka cari temanq yang namanya Adwin, tapi selalu salah nama menjadi Edwin...
Bu Bansu memasuki kelas, anak2 murid duduk dengan tegang....
"Mana-mana-mana... mana Edwin?"
"Adwin, Buuuu...."
"Iya... Edwin..."
Adwin yang dicari nggak tw ada dimana... ya udah, lanjut belajar aja. belakangan ktemu sama Adwin di GO dan dia masih ingat saya, that's good, since the fact that I'm such a kuper girl... and there's still a lot of stories that I can't tell, too much words I need to do that...
Yang namanya sekolah, pasti kita dapat teman... ada segelintir (cieeee.... bahasanya....) orang yang kuanggap sebagai teman baik. Dlapan orang itu qdapat waktu ada tugas PPKn dari Bu Paulina (thanks to her...), sebuah tugas kelompok untuk mencari gambar sarana umum pemerintah.... Singkatnya, orang kuper jenis saya gmana caranya dapat teman? untung ada Dhita... Boleh dibilang klompokq klompok buangan... orang-orang yang nggak punya klompok sebelumnya... Delapan orang buangan ini, mulai dari saya (yang dari dulu sampai sekarang tetap saja gemuk) Dhita (yang dari dulu sampe sekarang tetap saja gila), Irma (yang dulu suka bikin novel), Amel (yang paling alim di antara kami semua), Diku (si gila Dynasty Warrior terutama Zhou yu), Ency (yang paling cantik juga paling sangar), Rifat (yang paling gentle, Kakashi Wannabe... skarang sudah jadi anak Grafitti), Danu (orang yang selalu q ekori...makasih, karena kamu saya nggak jadi anak hilang).

ini fotonya Diku sama Irma.
Yang pake kacamata, Diku. yang nggak pake kacamata, Irma.
Diku pintar banget gambar komik, Irma suka nulis novel.

ini fotonya Amel, kuambil dari fs-nya sama kayak Dqu dan Irma. Sori.
Amel orangnya baek dan sabar, perhatian juga.
Selesai kumpulkan foto, tinggal bikin klipping. Akhirnya diputuskan untuk pergi kerja makalah di rumahnya Diku (singkatan dari Dian Kurus) yang ternyata berada nun jauh disana, klo orang
Buntutnya, sampai di rumah Diku, nggak ada yang kerja tugas.. main PS smua... gitu deh kalo banyak hiburan. kita paling suka main game Naruto Ultimate Hero 2 versi Jepang yang passwordnya dihapal mati sama Rifat. Kayaknya biar tutup mata dia masih bisa masukkan passwordnya....belum lagi pengantar gamenya.bahasa jepang.. Ampun DJ!!! akhirnya yang kerja tugas Dhita sama Irma. Ternyata pas dilihat sampul makalahnya, nama-namanya semua diganti. saya jadi Nana Juniarti Baboon (pasti Dhita yang bikin...), Amel jadi Amalia Firdausyah Darwis Banget, Rifat jadi Rifat Rafiuddin Saja, Danu jadi Hadi Wijaya Danu Saputra Saputri.... dan masih banyak lagi... Ya elah, odong-odong! Nama apa nama?
Teman bukannya nggak pernah bertengkar, pernah dua kali kejadian. Yang pertama waktu kita mau nonton di rumah Diku. Sekalian kenalin sama Nadhil, teman sekelasnya yang endingnya sering kumpul sama-sama juga. Ciri-cirinya Nadhil, berkacamata, bertopi, bisa ditemukan di gramedia sedang membaca komik. Waktu itu, Irma sama Danu mau nonton film In The Bedroom. dari judulnya saja sudah ketahuan kalo itu film lale (menurutku....). Rifat sama Amel mau nonton The Incredibles. yang ini juga terlalu anak-anak ceritanya. Singkatnya....
argumen demi argumen terus dilayangkan oleh kedua pihak. seakan tidak mau kalah, para pendukungnya juga ikut berdebat. Kubu Danu yang tidak terima, segera mengambil tindakan nekat dengan memasukkan kaset VCD itu ke dalam player. Rifat yang mengetahui hal itu menjadi berang dan memutuskan untuk berdiam diri di kamar (ngambek maksudnya...).
Aku tidak tahu apa yang terjadi, yang jelas itu adalah hal buruk. langsung saja aku menghampiri Rifat yang duduk di atas tempat tidur dengan wajah cemberut.
"We rifat! Jangan moko marah2. nda' enak sama Diku"
"Aah, sudah moko. Pergi moko
Ya elah... odong2. Sori aja yah, Danu bukan melambai, suaranya memang agak lembut. Akhirnya nggak jadi nonton. Yang lain malah main game. Irma malahan nonton Spiderman 2..... Rifat masih marah-marah, waktu aq sama Dhita coba bujuk, Nadhil malah nyeletuk, "Makannya mana?" dengan logatnya yang Jakarta-jakarta gitu. Ya elah... minta makan lagi?! orang lagi marah-marah!
Pas kita masak, Dhita ngomel-ngomel. Waktu itu kita goreng ikan. dan pas Dhita lagi ngomel sambil angkat ikan pake oseng2, ikannya jatuh ke lantai. singkatnya...
Dhita mengangkat ikan mentah itu dengan oseng-oseng. tiba-tiba tangannya tergelincir dan ikan itu jatuh ke lantai yang dingin.
"Gimana mi?" tanyaku melihat ikan mentah itu. tiba-tiba Dhita tersenyum licik, "Kita kasi mi ini ikan sama Nadhil...."
Rencana busuk nan licik. tapi gagal karena Dhanu yang ambil, padahal sudah kita siapkan sama tandai. mungkin nasibnya Danu memang sial. Hehehe... That's just one of our great experience together...
Segitu dulu deh ceritanya, kapan-kapan dilanjutin lagi. Kay? see ya....
